Sains Media Tanam: Siswa SMPN 1 Narmada Olah Limbah Sabut Kelapa Jadi Cocopeat
Pemanfaatan limbah pertanian yang berlimpah di sekitar pemukiman warga dapat diubah menjadi bahan penyubur tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Sejalan dengan praktikum olah minyak jelantah jadi sabun, siswa juga diajak mengolah limbah organik lainnya. Siswa SMPN 1 Narmada berhasil mengolah serat sabut kelapa menjadi media tanam cocopeat yang kaya nutrisi dan mampu menyimpan air dalam jangka waktu lama.
Proses pembuatan diawali dengan pengumpulan limbah serat kelapa dari para pedagang pasar tradisional di wilayah Narmada. Pemrosesan sabut kelapa dilakukan melalui pemisahan antara serat kasar dengan serbuk halus menggunakan alat pencacah dan pengayakan manual. Serbuk halus yang diperoleh kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kandungan zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan akar tanaman.
Setelah proses pencucian dan pengeringan selesai, serbuk media tanam dicampur dengan pupuk hayati guna meningkatkan kesuburannya. Pemanfaatan sabut kelapa sebagai media tanam ramah lingkungan sangat cocok digunakan untuk teknik budidaya hidroponik dan penyemaian benih sayuran. Kemampuan bahan ini dalam mempertahankan kelembapan tanah meminimalkan frekuensi penyiraman air pada tanaman di kebun sekolah.
Praktikum sains terapan ini mendidik siswa untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalahan limbah lingkungan secara mandiri. Pengolahan limbah sabut kelapa menjadi produk media tanam bernilai jual juga melatih jiwa kewirausahaan para pelajar sejak dini. Produk cocopeat buatan siswa ini telah dimanfaatkan secara luas untuk menghijaukan seluruh area halaman sekolah.
Inovasi pemanfaatan limbah lokal terbukti mampu menekan biaya pengadaan sarana pertanian sekolah sekaligus mengurangi tumpukan sampah. Pembelajaran sains yang berorientasi pada praktik langsung memberikan pemahaman konsep yang lebih mendalam bagi siswa. Semangat berinovasi ini terus dikembangkan guna mewujudkan sekolah hijau yang mandiri dan kreatif.
