Edukasi Air Narmada: Cara SMPN 1 Narmada Ubah Selokan Sekolah Jadi Kolam Ikan Hias

Narmada di Lombok Barat terkenal dengan julukan “Kota Air” karena melimpahnya sumber mata air yang jernih dan segar yang mengalir dari pegunungan. Namun, ironisnya, di banyak sudut kota, termasuk lingkungan sekolah, saluran air atau selokan sering kali berakhir menjadi tempat pembuangan sampah atau terbiar kotor dan berlumut. Menanggapi kontradiksi ini, komunitas sekolah di SMPN 1 Narmada melakukan sebuah gerakan transformatif yang sangat inspiratif. Melalui program Edukasi Air Narmada, mereka berhasil menunjukkan cara yang sangat kreatif dalam mengelola sanitasi lingkungan. Mereka memutuskan untuk ubah selokan sekolah yang tadinya kotor menjadi deretan kolam ikan hias yang indah dan bermanfaat bagi ekosistem sekitar.

Proyek ini diawali dengan pembersihan total saluran drainase yang mengelilingi area sekolah. Para siswa, guru, dan staf bekerja sama memperbaiki aliran air agar tidak terjadi genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk. Dalam kerangka Edukasi Air Narmada, selokan yang sudah bersih kemudian disekat menggunakan jaring-jaring halus dan diberikan sirkulasi udara yang baik. Inilah cara paling efektif untuk mengajarkan siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan air sejak dari sumbernya. Dengan keputusan untuk ubah selokan sekolah menjadi kolam ikan hias, pemandangan sekolah berubah drastis dari lingkungan yang kusam menjadi area yang sejuk, asri, dan menenangkan mata setiap pengunjung yang datang.

Implementasi Edukasi Air Narmada melibatkan pemeliharaan berbagai jenis ikan seperti koi, nila, dan komet yang memiliki ketahanan hidup tinggi di air mengalir. Para siswa diajarkan cara memberi makan ikan secara teratur dan memantau kualitas kejernihan air sebagai indikator kebersihan lingkungan. Keberhasilan dalam ubah selokan sekolah ini membuktikan bahwa selokan tidak harus menjadi area kumuh yang disembunyikan. Sebaliknya, kolam ikan hias tersebut kini menjadi daya tarik utama sekolah dan sarana relaksasi bagi para siswa di sela-sela waktu istirahat. Hal ini menciptakan budaya baru di mana membuang sampah sekecil apa pun ke selokan dianggap sebagai tindakan “kriminal” terhadap kelestarian ikan-ikan mereka.

Dampak dari inovasi ini tidak hanya bersifat estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomis dan edukatif yang tinggi. Melalui Edukasi Air Narmada, sekolah berhasil mengembangkan unit kewirausahaan siswa melalui penjualan bibit ikan hasil budidaya di selokan tersebut. Inilah cara sekolah mengajarkan kemandirian finansial berbasis lingkungan.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa