Sekolah adalah lebih dari sekadar tempat belajar akademik; ia adalah laboratorium kehidupan di mana siswa berlatih menjadi warga negara yang baik. Peran Lingkungan Sosial Sekolah sangat fundamental dalam proses ini. Di sinilah siswa pertama kali belajar berinteraksi dalam kelompok yang beragam, menyelesaikan konflik, dan memahami hak serta kewajiban mereka. Semua pelajaran ini tidak tertulis di buku teks, tetapi sangat penting untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab.
Pada 11 September 2025, SMPN 35 Jakarta Pusat mengadakan sebuah program simulasi “Sidang Parlemen Siswa” di aula sekolah. Program ini dirancang untuk mengajarkan siswa tentang proses legislasi dan pengambilan keputusan. Sebanyak 50 siswa kelas IX terlibat aktif dalam simulasi ini, di mana mereka berperan sebagai anggota parlemen, menyusun rancangan peraturan, dan melakukan debat. Salah satu isu yang didiskusikan adalah peraturan penggunaan kantin sekolah. Diskusi ini mengajarkan siswa cara berargumentasi yang logis, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan mencapai kesepakatan melalui musyawarah. Inisiatif ini adalah contoh nyata bagaimana Lingkungan Sosial Sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa.
Untuk memperkuat pemahaman siswa tentang hukum dan tata negara, pihak sekolah bekerja sama dengan aparat kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang. Pada 23 Oktober 2025, dua perwakilan polisi, Briptu Rina dan Briptu Aji, datang ke sekolah untuk memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban warga negara. Mereka menjelaskan bagaimana aturan yang berlaku di sekolah, seperti larangan bullying dan pentingnya menjaga kebersihan, adalah cerminan dari aturan yang berlaku di masyarakat. “Mematuhi peraturan di sekolah adalah langkah pertama untuk menjadi warga negara yang baik,” kata Briptu Rina. Kunjungan ini membantu siswa menghubungkan pelajaran di kelas dengan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain program formal, Lingkungan Sosial Sekolah juga diperkuat melalui kegiatan sehari-hari yang sederhana. Misalnya, pada hari Jumat, 25 November 2025, seluruh siswa dan guru berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama. Dengan berkolaborasi, siswa belajar bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan kebaikan bersama. Melalui berbagai kegiatan ini, sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga warga negara yang peduli, berempati, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
