Pengenalan warisan budaya takbenda bangsa kepada generasi muda dilakukan secara nyata melalui program pembelajaran keterampilan seni rupa di sekolah menengah. Penyelenggaraan pelatihan membatik memberikan kesempatan berharga bagi para siswa untuk mempelajari seluruh proses pembuatan kain batik tulis secara tradisional. Para siswa diajarkan cara membuat motif lukisan, menggoreskan lilin malam menggunakan canting, hingga proses pewarnaan kain yang sangat rumit. Kegiatan praktis ini bertujuan menanamkan rasa cinta budaya sekaligus mengasah kesabaran dan ketelitian seni para peserta didik.
Instruktur ahli membatik membimbing para peserta secara sabar dari tahap pembuatan sketsa motif hingga proses pelarutan lilin malam di air panas. Siswa tampak sangat fokus dan tekun saat memegang canting dan menggoreskan cairan malam panas di atas kain katun putih secara hati-hati. Melalui pelatihan membatik yang sistematis ini, kerapian tangan dan ketajaman rasa estetika para siswa terasah dengan sangat baik di laboratorium seni. Hasil karya kain batik buatan tangan siswa menunjukkan keindahan motif tradisional yang sangat menawan dan bernilai jual tinggi.
Kain-kain batik hasil karya praktik siswa dipamerkan dalam ajang pameran karya seni sekolah serta dijual kepada warga masyarakat yang berminat. Keberhasilan membuat kain batik sendiri memberikan rasa bangga yang luar biasa bagi para siswa atas pencapaian keterampilan seni mereka. Kegiatan pelatihan membatik ini terbukti ampuh dalam menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis kebudayaan lokal pada diri remaja generasi penerus bangsa. Penghasilan dari penjualan kain batik digunakan untuk melengkapi sarana dan bahan praktik seni rupa sekolah berikutnya.
Pihak sekolah menjalin kerja sama erat dengan sentra-sentra kerajinan batik daerah untuk mendukung penyediaan bahan baku dan pengetahuan teknik pewarnaan alami. Pembelajaran keterampilan membatik ini menjadi salah satu materi muatan lokal unggulan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa sekolah menengah. Dukungan penuh dari para orang tua murid menambah semangat para siswa untuk terus mengeksplorasi motif-motif batik kreasi baru yang lebih modern. Langkah ini terbukti efektif menjaga kelestarian seni membatik di lingkungan sekolah.
Program edukasi kerajinan tradisional ini akan terus diselenggarakan secara berkesinambungan demi mencetak generasi muda yang mahir dan bangga memproduksi kain batik sendiri. Pihak sekolah berharap dari pelatihan ini lahir pengrajin-pengrajin batik muda yang kreatif dan mampu membawa kerajinan batik lokal ke pasar internasional. Pengalaman membatik secara langsung menjadi kenangan edukatif yang sangat berharga bagi tumbuh kembang kesadaran budaya para siswa. Seni kain batik tradisional akan terus lestari sepanjang masa di tangan anak bangsa.
