Islam adalah agama yang mengedepankan perdamaian sejati. Perdamaian ini dibangun di atas fondasi ketaatan pada hukum dan ketertiban. Islam sangat menolak anarkisme, yaitu paham yang menolak otoritas dan kekuasaan. Ajaran Islam secara tegas menggarisbawahi pentingnya memiliki pemimpin. Pemimpin ini adalah untuk mengatur masyarakat dan menjaga kestabilan.
Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW memberikan panduan jelas. Panduan ini adalah untuk hidup dalam masyarakat yang teratur. Islam mengajarkan bahwa kekacauan adalah musuh. Kekacauan akan merusak tatanan sosial. Oleh karena itu, Islam menolak otoritas yang tidak sah dan kekerasan anarkis. Islam mendorong umatnya untuk menjadi warga negara yang patuh.
Prinsip ini berakar dari ajaran untuk menghindari fitnah. Fitnah adalah perpecahan dan kekacauan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah kalian menginginkan pertemuan dengan musuh. Jika kalian bertemu dengan mereka, bersabarlah.” Ini adalah ajaran untuk menahan diri. Tujuannya adalah untuk menghindari konflik dan kekerasan.
Perdamaian sejati dalam Islam dicapai melalui keadilan. Islam menekankan pentingnya keadilan dalam segala hal. Baik dalam pemerintahan, hukum, maupun interaksi sosial. Keadilan adalah pilar utama. Keadilan adalah pilar untuk menciptakan masyarakat yang harmonis. Tanpa keadilan, kekacauan akan merajalela.
Islam juga mengajarkan pentingnya toleransi sebagai prinsip. Toleransi ini adalah terhadap perbedaan keyakinan. Islam mengakui keberagaman. Islam juga mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan secara damai dengan non-muslim. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam bukan agama kekerasan. Islam adalah agama yang mengutamakan dialog.
Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik. Beliau selalu berupaya untuk berdamai. Beliau berdamai bahkan dengan musuh-musuh beliau. Contohnya adalah dalam Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini menunjukkan komitmen Beliau. Komitmen ini adalah untuk perdamaian sejati. Ini juga menunjukkan bahwa diplomasi lebih baik daripada kekerasan.
Islam menolak kekerasan anarkis karena kekerasan merusak tujuan agama. Tujuan agama adalah untuk melindungi nyawa. Tujuan agama juga untuk melindungi harta dan kehormatan. Tindakan anarkis bertentangan langsung dengan tujuan ini. Tindakan anarkis hanya membawa penderitaan dan kehancuran.
