SMPN 1 Narmada menunjukkan kematangan berpikir kritis dengan meluncurkan kajian Mengkritisi Pembangunan. Sekolah ini mengambil Pelajaran dari Bencana Sumatra untuk Proyek Infrastruktur Lokal. Inisiatif ini bertujuan mendorong siswa untuk mengevaluasi proyek pembangunan di Narmada dari perspektif mitigasi bencana dan keberlanjutan lingkungan, alih-alih hanya berfokus pada manfaat ekonomi jangka pendek. Sekolah menyadari bahwa masa depan Narmada bergantung pada pembangunan yang bertanggung jawab.
Pelajaran dari Bencana Sumatra menunjukkan bahwa kegagalan infrastruktur seringkali memperparah dampak bencana, seperti jembatan yang runtuh karena pondasi yang lemah atau saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan. SMPN 1 Narmada kini mengkritisi desain, lokasi, dan dampak lingkungan dari proyek infrastruktur lokal seperti pembangunan perumahan baru di lereng bukit atau proyek pelebaran jalan yang mengorbankan lahan resapan air. Siswa dilatih untuk melakukan analisis risiko sederhana menggunakan peta tata ruang dan data geografi setempat.
Siswa Narmada dibagi dalam kelompok riset dan melakukan penelitian mandiri. Mereka mewawancarai warga setempat mengenai sejarah bencana di lingkungan mereka dan dampak proyek pembangunan terdahulu. Mereka menggunakan data ini, yang dikumpulkan dari observasi lapangan dan studi literatur, untuk mengkritisi dan memberikan rekomendasi konstruktif mengenai pembangunan saat ini kepada pemerintah daerah dan kontraktor terkait. Temuan mereka sering menyoroti ketidaksesuaian antara perencanaan dan realita lapangan.
Mengkritisi Pembangunan adalah bentuk pendidikan kewarganegaraan yang praktis dan aplikatif. SMPN 1 Narmada mengajarkan siswa bahwa mereka memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengawasi kebijakan publik, memastikan pembangunan dilakukan secara adil dan aman. Narmada harus membangun infrastruktur yang tahan bencana, yang terintegrasi dengan pertimbangan lingkungan yang matang.
Pelajaran dari Bencana Sumatra yang paling ditekankan adalah pentingnya drainase yang memadai dan larangan keras membangun di daerah aliran sungai (DAS) atau lereng yang curam tanpa penguatan struktur geologis yang memadai. Siswa SMPN 1 mempresentasikan hasil kajian mereka dalam forum publik kecil kepada pemerintah desa dan komunitas, membuka dialog antar generasi mengenai masa depan pembangunan Narmada.
Proyek Infrastruktur Lokal harus mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan di atas kepentingan ekonomi sesaat. SMPN 1 Narmada mengkritisi setiap pembangunan yang berpotensi meningkatkan kerentanan bencana di Narmada, menunjukkan komitmen mereka pada keselamatan publik dan keberlanjutan. Mereka berupaya mengubah paradigma pembangunan yang eksploitatif menjadi konstruksi yang harmonis dengan alam.
Sekolah berharap inisiatif ini mencetak generasi yang lebih bijak dalam perencanaan wilayah dan pembangunan yang bertanggung jawab, yang mampu mengambil keputusan berdasarkan data dan etika. Mengkritisi dengan data dan bukti adalah keterampilan berharga yang diajarkan sekolah ini, memberikan siswa bekal menjadi future urban planners yang bertanggung jawab.
